PT SSP General Engineering & Construction
SURVEILANCE AUDIT OHSAS 18001 : 2007
Wednesday, 21 April 2010
Sucofindo International certification Services telah melaksanakan Surveilance Audit OHSAS 18001 : 2007 di lingkungan kerja SSP pada tanggal 22-23 Maret 2010.

Tujuan dari Audit tersebut adalah untuk memastikan ketersediaan dokumentasi, kesesuaian ruang lingkup penerapan, kesesuaian aspek legal, identifikasi kinerja kunci dengan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan pemahaman terhadap sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di bisnis konstruksi terpelihara sesuai dengan standar dan persyaratan OHSAS 18001 : 2007

Secara garis besar SSP telah memiliki sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Tim Audit tidak menerbitkan ketidaksesuaian yang bersifat Major, maka tim audit merekomendasikan bahwa SSP masih dapat mengunakan sertifikat OHSAS 18001 : 2007 yang diterbitkan oleh Sucofindo.

Gambaran umum hasil Audit :

1.Tindak lanjut Hasil Audit Sebelumnya.
Tim audit melakukan verifikasi tindakan perbaikan dan berkesimpulan bahwa SSP telah menindaklanjuti ketidaksesuaian saat audit sebelumnya dengan perbaikan yang memadai.

2.Persyaratan Umum.
Secara umum SSP telah menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan persyaratan OHSAS 18001 : 2007

3.Kebijakan K3.
Kebijakan K3 SSP ditetapkan secara jelas mencantukan perlindungan terhadap pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, pemenuhan peraturan dan persyaratan lainnya serta perbaikan berkelanjutan. Kebijakan K3 SSP telah didistribusikan dan disosialisasikan dengan baik

4.Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko dan Pemenuhan Pengendalian.
SSP telah membuat identifikasi bahaya dan penilaian resiko dan pemenuhan pengendaliannya disetiap kegiatan yang dilaksanakan di site project termasuk kegiatan pendukungnya yaitu di lokasi workshop dan warehouse

5.Legal dan Persyaratan Lainnya.
Organisasi telah menetapkan prosedur legal dan persyaratan lainnya termasuk persyaratan dari pemberi kerja

6.Sasaran dan program.
Sasaran dan program telah ditetapkan untuk setiap fungsi yang relevan dan telah mengacu kepada identifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian resiko

7.Sumber, Peraturan, Tanggungjawab dan Akuntabilitas.
Organisasi telah menetapkan struktur organisasi perusahaan dan tanggap darurat termasuk safety committee beserta uraian masing masing tugasnya.

8.Kompetensi, Pelatihan dan Kepedulian.
Organisasi telah menetapkan matrix training untuk setiap level dan jabatan di perusahaan. matrix training ditindaklanjuti oleh safety committee.

9.Komunikasi, Partisipasi dan Konsultasi.
Organisasi melakukan tool box meeting setiap hari sebelum pekerjaan dimulai. Organisasi juga melakukan safety internal meeting setiap minggu. Penerapan kegiatan sistem komunikasi dan konsultasi sudah berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur yang ditetapkan

10.Dokumentasi.
Manual sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja telah ditetapkan mencakup matrix korelasi antara klausul dengan prosedur terkait, gambaran umum perusahaan (mapping proses bisnis perusahaan) dan struktur organisasi perusahaan

11.Pengendalian Dokumen.
Organisasi telah menetapkan prosedur pengendalian dokumen, telah menetapkan daftar induk dokumen terkendali, proses distribusi dan penarikan telah diterapkan secara efektif.

12.Pengendalian Operasional
Penerapan kegiatan konstruksi telah mengikuti Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko dan Pemenuhan Pengendalian serta Job Safety Analysis yang telah ditetapkan dan disahkan oleh pihak pihak terkait semasukan pengesahan dari pemberi kerja

13.Tindak Gawat Darurat.
Kemungkinan kecelakaan dan situasi keadaan darurat telah diidentifikasi dan telah ditetapkan tata cara mengatasi dan penanggulangan kondisi darurat tersebut.

14.Pengukuran dan Pemantauan Kinerja K3
Organisasi telah melah melakukan pemantauan terhadap tingkat kejadian yang mencakup unsafe condition, unsafe action, first Aid condition, MTC, LTI dan fatality. Pemeriksan kesehatan dilakukan secara bertahap. Inspeksi tempat kerja juga telah diterapkan terkait dengan tempat kerja, peralatan kerja maupun ijin kerja. Organisasi melakukan pengukuran lingkungan mencakup kebisingan dan pencahayaan.

15.Audit Internal dan Tinjauan Manajemen
Pelaksanaan audit internal telah mengacu kepada prosedur yang telah ditetapkan. Tinjauan manajemen telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh persyaratan standar OHSAS 18001 : 2007