PT SSP General Engineering & Construction
26 HARI MEMBANGUN CHIMNEY
Thursday, 22 April 2010
Tanjung Jati Unit 3 & 4 Expansion Project, di proyek ini  SSP melakukan joint operation dengan CRI company Italia untuk membangun chimney. Dalam suatu PLTU, chimney atau cerobong ini adalah tempat keluarnya uap yang digunakan untuk memutar turbin. Pekerjaannya dimulai sejak bulan Juni 2009.

Setelah pengukuran, lean concrete, pembesian, pemasangan bekisting, dan lain-lainnya, maka pada pertengahan Juli 2009 pengecoran dilakukan. Saat ini adalah salah satu momen yang ditunggu-tunggu, terlihat dari antusiasme berbagai pihak, mulai dari pekerja harian, mandor, supervisor, sampai project manager nya pun terlihat agak tegang.

Pengecekan alat, manpower, dan aspek keselamatan kerja dilakukan mulai dari satu hari sebelumnya bahkan terus di cek sampai sesaat sebelum pengecoran. Karena dengan volume lebih dari 2000 meter kubik beton, pengecoran ini rencananya akan dilakukan 15 jam nonstop, maka stamina para pekerja, supervisor, safety officer harus tetap terjaga. Untuk menyiasatinya kami memberlakukan sistem shift.

Toolbox meeting dilakukan setelah makan siang. Toolbox meeting dipimpin oleh beberapa orang secara bergiliran. Dari QC leader, supervisor, sampai safety leader. Karena kami benar-benar menginginkan yang terbaik untuk kualitas dan keselamatan kerja. Ternyata tak hanya kami yang memiliki ‘ritual khusus’. Iwabuchi, engineer jepang dari MES pun melakukannya. Dia mengelilingi bekisting pondasi chimney yang berbentuk lingkaran itu sambil menyiram-nyiram sake. Dari hasil mengobrol dengan si pelaku, hal itu adalah sebuah ritual di Jepang agar pekerjaan lancar tanpa kejadian apapun. Ternyata walaupun kita berbeda bangsa tetapi tetap satu tujuan ya.

Enam buah pompa beton (concrete pump) telah diinstal melingkar di enam sisi calon pondasi chimney, sehingga membuat suasana terlihat seperti film Transformers saja. CP dan kru telah siap. Dan pada akhirnya truk-truk mixer pun berdatangan. Pengecoran dilakukan. Semua orang bersemangat. Sampai malam tiba pengecoran berjalan tanpa hambatan. Kemudian para pekerja dan staff berganti shift. Pengecoran tetap berlanjut hingga fajar datang. Lelah sekaligus lega terpancar di wajah orang-orang yang berada di sana sejak malam maupun yang baru datang untuk mengecek. Pengecoran selesai.

Jangan dikira semua berhenti sampai disitu, tentu tidak. Itu baru awalnya saja, kawan. Pembuatan chimney setinggi 225 meter yang sebenarnya baru akan dimulai.

Pertama-tama yang diinstal adalah formwork nya. Untuk melakukan pengecoran ini, digunakan suatu teknologi khusus berbasis hidrolik yang mampu melakukan pengecoran ke ketinggian. Selain itu peralatan pendukungnya menggunakan winch untuk mengangkat bucket pengecoran ke atas.

Pengecoran chimney dilakukan 24 jam, tanpa henti, dengan sistem shift, di ketinggian yang semakin tinggi. Karena itu perhatian pada keselamatan kerja adalah hal yang mutlak. Platform kerja, guard rail, akses dan tangga-tangga, safety net, sling , sistem hidrolik, winch, adalah hal yang mutlak untuk diinspeksi setiap waktu.

Secara keseluruhan, pembangunan ‘tubuh’ chimney memakan waktu 26 hari, termasuk hari lebaran. Memang sedih tidak bisa pulang ke kampung halaman untuk berlebaran, tetapi itu adalah resiko pekerjaan karena pengecoran tersebut tidak bisa dihentikan. Selama proses pengecoran area di sekitar chimney dibarikade dan dijaga ekstra ketat agar tidak ada pekerja yng tidak berkepentingan yang mendekat. Karena kerikil kecil saja yang jatuh dari ketinggian 100 meter dapat menembus kepala anda.

Setelah mencapai ketinggian 225 meter, maka berakhirlah pengecoran chimney. Kelegaan terpancar di wajah-wajah para pekerja, engineer, apalagi safety officer nya. Akhirnya formwork chimney pun dibongkar. Setelah pembongkaran selesai, puncak chimney tersebut di cat warna merah-putih sesuai dengan bendera Indonesia. Selanjutnya tinggal menunggu progress fabrikasi liner dan pemasangan liner di dalam ‘tubuh’ chimney.